New Normal, Kemenhub Pastikan Transportasi Laut di Sulsel Lancar

20 Juni 2020 | Rilis Berita

INAPORT4 - Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan RI memastikan bahwa transportasi laut di wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat pada masa adaptasi kebiasaan baru atau New Normal dapat berjalan lancar.

Seperti dikutip beritakapal.com, hal itu merujuk pada Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor SE 12 Tahun 2020 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang dengan Transportasi Laut dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Produktif dan Aman dari Pandemi Covid-19.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Ditjen Hubla, Kemenhub, Capt. Wisnu Handoko mengatakan, Pemerintah berharap dengan lancarnya kembali transportasi laut khususnya di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, akan mendorong kegiatan perekonomian di wilayah tersebut bisa kembali berjalan normal sebagai dampak wabah Pandemi Covid-19.

“Beberapa waktu lalu kami sudah melakukan kunjungan ke Provinsi Sulawesi Selatan dan Provinsi Sulawesi Barat, sekaligus mengecek kesiapan pelabuhan dalam menghadapi Adaptasi Kebiasaan Baru transportasi laut. Beberapa pelabuhan yang dikunjungi antara lain pelabuhan pelabuhan dalam wilayah UPP Macini Baji-Biringkasi, UPP Garongkong-Awarange, KSOP Pare-Pare, UPP Tanjung Silopo, UPP Majene, KSOP Mamuju dan UPP Belang-Belang,” jelas Capt. Wisnu.

Menurut dia, semua Pelabuhan di Indonesia termasuk Pelabuhan di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, sebagai urat nadi pengoperasian transportasi laut pada masa New Normal, harus tetap berjalan berdasarkan pada SOP Protokol Kesehatan Covid-19, antara lain menjaga jarak, menggunakan masker dan menjaga kebersihan dengan sering mencuci tangan.

Seluruh ABK maupun calon penumpang sebelum naik ke kapal kata dia, harus dilakukan pemeriksaan rapid tes, penyemprotan disinfektan ke kapal, pemeriksaan dokumen penumpang sesuai yang dipersyaratkan dan harus dilengkapi kelengkapan surat jalan dari Satgas Covid-19 dari Dinas Kesehatan setempat.

Capt. Wisnu juga berpesan kepada para petugas di lapangan dan Operator Kapal agar bersikap tegas dalam pelaksanaan transportasi laut pada masa adaptasi kebiasaan baru, guna mengantisipasi menyebarnya Pandemi Covid-19.

“Apabila ditemukan ABK maupun calon penumpang kapal yang tidak melengkapi persyaratan sesuai SOP Protokol Covid-19, harus diturunkan dan tidak boleh dilayani atau diberikan izin untuk ikut naik ke kapal,” tegas dia.

“Intinya, semua pihak baik para petugas di lapangan, para operator kapal maupun masyarakat sendiri harus bersama-sama berkomitmen melaksanakan adaptasi kebiasaan baru ini dengan penuh disiplin sesuai protokol kesehatan Covid-19, sehingga aktivitas transportasi laut dapat berjalan dengan baik dan lancar,” pungkasnya.