Pelindo IV Sinergi Bangun Negeri

13 Agustus 2020 | Rilis Berita

INAPORT4 – PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) berkomitmen terus membangun negeri, utamanya Kawasan Timur Indonesia (KTI) yang menjadi wilayah kelolaan di 11 provinsi yang ada.

Sebagai bagian dari bangsa Indonesia yang cukup majemuk, Pelindo IV tentu tidak bisa mengepakkan sayap dengan berkarya sendiri. Butuh sinergi dengan banyak pihak, untuk BUMN yang bergerak dibidang jasa kepelabuhanan ini bisa terus survive membangun negeri tercinta.

Di awal 2016 lalu, Pelindo IV tercatat membangun infrastruktur di sembilan pelabuhan, yang pendanaannya menggunakan anggaran investasi dari internal Perseroan serta Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp2 triliun yang dikucurkan tepat diakhir 2015 lalu.

Bersinergi dengan BUMN karya, yakni PT Pembangunan Perumahan (Persero), Tbk., PT Adhi Karya (Persero), Tbk., PT Hutama Karya (Persero), PT Wijaya Karya (Persero), Tbk., PT Nindya Karya (Persero), PT Brantas Abipraya (Persero) dan PT Istaka Karya sebagai kontraktor, serta konsultan dari PT Yodya Karya (Persero) dan PT Virama Karya (Persero), PT Pelindo IV mampu merampungkan sembilan proyek pelabuhan sesuai target yang ditetapkan.

Direktur Teknik PT Pelindo IV, Prakosa Hadi Takariyanto menyebutkan, sembilan proyek yang dibangun itu adalah, pembangunan dermaga dan trestel, reklamasi dan pembangunan container yard (CY) di Pelabuhan Bitung, hasil sinergi BUMN dengan PT Adhi Karya dan PT Istaka Karya sebagai kontraktor pelaksana serta PT Virama Karya sebagai konsultan pengawas.

Proyek ini rampung 100% dengan menghasilkan peningkatan kapasitas petikemas sebesar 110% atau menjadi 525.000 TEUs per tahun, dari sebelumnya yang eksisting hanya mampu menampung petikemas sebanyak 250.000 TEUs per tahun.

Lalu, sinergi Pelindo IV dengan PT Nindya Karya (Persero) dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk. sebagai kontraktor pelaksana serta PT Yodya Karya (Persero) sebagai konsultan pengawas menghasilkan infratsruktur pelabuhan di Kendari yang dibangun dalam tiga paket pengerjaan proyek dan kini semuanya telah rampung 100%.

“Dulu kapasitas petikemas eksisting hanya 75.000 TEUs per tahun. Pasca dibangun dengan anggaran PMN, menjadi 250.000 TEUs per tahun atau meningkat sekitar 233%,” beber Direktur Teknik Pelindo IV.

Di Kalimantan, tepatnya di Pelabuhan Tarakan, Pelindo IV juga melakukan reklamasi dan pembangunan container yard seluas 2,14 hektare.

Di salah satu pelabuhan kelolaan ini, Pelindo IV berhasil meningkatkan kapasitas petikemas sebesar 360% atau menjadi 230.000 TEUs per tahun, dari sebelumnya hanya mampu menampung petikemas sebanyak 50.000 TEUs per tahun.

“Di Tarakan ini, kami bersinergi dengan PT Adhi Karya (Persero) Tbk. sebagai kontraktor pelaksana,” sebut Prakosa.

Selanjutnya, Pelindo IV juga membangun infrastruktur di lima pelabuhan di wilayah Timur Indonesia, yakni Pelabuhan Ternate, Sorong, Jayapura, Manokwari dan Pelabuhan Merauke, yang pengerjaan proyeknya juga telah rampung 100%. Semuanya sinergi dengan BUMN karya, baik sebagai kontraktor pelaksana maupun konsultan pengawas.

Di Pelabuhan Ternate jelas Prakosa, pihaknya membangun replacement dermaga petikemas seluas 3.500 meter persegi.

“Sebelumnya, kapasitas petikemas eksisting hanya mampu menampung 40.000 TEUs per tahun. Setelah dibangun, kapasitasnya menjadi 60.000 TEUs per tahun atau terjadi peningkatan sebesar 50%,” ujarnya.

Di Sorong, pihaknya melakukan pekerjaan dermaga 250 x 30 meter persegi dan reklamasi CY seluas 5 hektare serta lanjutan reklamasi seluas 5 hektare.

Dengan pengerjaan ini, Pelindo IV berhasil meningkatkan kapasitas petikemas menjadi 350.000 TEUs per tahun atau meningkat sebesar 400% dari kondisi eksisting yang hanya mampu menampung 70.000 TEUs per tahun.

Di Jayapura atau pelabuhan terujung di wilayah timur Indonesia, Pelindo IV melakukan pembangunan dermaga penumpang seluas 1.500 meter persegi dan replacement dermaga 150 x 30 meter persegi dan pekerjaan pemasangan rel container crane (CC) 2 x 140 meter.

Usai dibangun menggunakan anggaran PMN, kapasitas petikemas di Pelabuhan Jayapura meningkat jadi 200.000 TEUs per tahun atau sekitar 122% dari kondisi eksisting yang hanya sebesar 90.000 TEUs per tahun.

Di Pelabuhan Manokwari lanjut Prakosa, pihaknya melakukan pembangunan dermaga petikemas seluas 75 x 30 meter persegi. “Dengan pembangunan ini, terjadi peningkatan kapasitas petikemas sebesar 233% atau menjadi 100.000 TEUs per tahun, dari sebelumnya hanya mampu menampung sebanyak 30.000 TEUs per tahun.”

Untuk proyek PMN di Merauke, Pelindo IV membangun dermaga petikemas seluas 75 x 30 meter persegi dan pondasi fixed crane.

Melalui pembangunan yang dilaksanakan di Pelabuhan Merauke, Pelindo IV berhasil meningkatkan kapasitas petikemas dari sebelumnya hanya mampu menampung sebanyak 30.000 TEUs per tahun, kini menjadi 100.000 TEUs per tahun atau terjadi peningkatan sebesar 233%.

“Peningkatannya sama dengan yang di Pelabuhan Manokwari,” ucap Direktur Teknik Pelindo IV.

Kemudian, pembangunan infrastruktur terbesar yang juga hasil sinergi dengan BUMN lainnya adalah Makassar New Port atau yang sering disebut MNP. Proyek ini dibangun secara bertahap dan dibagi dalam beberapa paket pekerjaan dan seluruh pendanaannya menggunakan anggaran internal Pelindo IV. Di mana untuk Tahap I A yang total menyerap anggaran sebesar Rp2,51 triliun sudah di soft launching pada awal November 2018.

Saat ini, pembangunan MNP terus berproses dan berlanjut bahkan di tengah badai pandemi Covid-19, tentunya dengan tetap memerhatikan protokol kesehatan yang dianjurkan.

Progress teranyar MNP menurut Senior Manager Fasilitas Pelabuhan PT Pelindo IV, Arwin, kini sedang dilakukan pembangunan tahap lanjutan 2019 – 2022.

Berdasarkan catatan per 9 Agustus 2020, progress sudah mencapai 38,46% di mana kegiatan yang dilakukan adalah soil replacement dan reklamasi.

Adapun lingkup konstruksi pembangunan MNP yang digadang-gadang menjadi salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) dan dikerjakan oleh PT Pembangunan Perumahan (PP), serta diawasi oleh PT Yodya Karya (Persero) sebagai konsultan supervisi ini adalah, lahan reklamasi, CY menggunakan paving block, dermaga dengan sistem secant pile dan kedalaman yang dimiliki -16 mLWS.