Yayasan BUMN Hadir untuk Negeri Resmikan Jembatan Penambat Perahu di Maluku

08 Februari 2020 | Rilis Berita

INAPORT4 - Yayasan “BUMN Hadir untuk Negeri” meresmikan Jembatan Penambat Perahu di Dusun Katapang Negeri Loki Kecamatan Huamual Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Provinsi Maluku, Jumat (07 Februari 2020).

Dilansir dari lintasindonesia.co.id, peresmian jembatan yang digadang-gadang terpanjang di kabupaten tersebut dilakukan secara bersamaan oleh Pembina Yayasan “BUMN Hadir untuk Negeri”, Hambra Samal, Ketua Yayasan “BUMN Hadir untuk Negeri”, Harjawan Balaningrath, Bupati Kabupaten SBB, Moh. Yasin Payapo, General Manager PT Pelindo IV (Persero) Cabang Ambon, Ady Sutrisno dan Kepala PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Maluku, Sigit Harismun.

Jembatan dengan panjang 200 meter itu dibangun oleh PT Pelindo IV dan PT Jasa Raharja, dimana Yayasan “BUMN Hadir untuk Negeri” menjadi penghubung antara masyarakat dan kedua perusahaan pelat merah tersebut.

Dalam sambutannya yang dibacakan Asisten II Bidang Ekonomi dan Perekonomian, Adjait, Bupati Kabupaten SBB, Moh. Yasin Payapo menyatakan bahwa sarana jembatan atau tambatan perahu yang diresmikan itu memiliki peran strategis dalam upaya meningkatkan pemanfaatan sumber daya kelautan, dengan fungsi sebagai tempat koneksi, produksi, sentra kegiatan dan distribusi.

“Merupakan tempat pertemuan dua moda transportasi dan sebagai pintu gerbang suatu daerah. Selain itu pelabuhan juga memiliki fungsi sosial dan ekonomi, yaitu berfungsi sebagai fasilitas publik tempat berlangsungnya interaksi bagi masyarakat,” kata Bupati SBB.

Dia mengatakan, secara khusus dalam segi ekonomi, pelabuhan berfungsi sebagai salah satu penggerak roda peekonomian karena menjadi sebuah fasilitas publik yang memudahkan distribusi hasil-hasil produksi masyarakat.

“Pentingnya sebuah tambatan atau pelabuhan pada suatu daerah sangat menunjang peningkatan ekonomi, bukan saja untuk daerah tersebut tetapi perekonomian luas karena akan membuka,” paparnya.

Dia berharap, pembangunan Jembatan Penambat Perahu yang dibangun oleh PT Pelindo IV dan PT Jasa Raharja ini dapat menjadi pusat atau sentra perekonomian warga Ketapang dan dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat di sekitarnya.

Sementara itu, General Manager (GM) Pelindo IV Cabang Ambon, Ady Sutrisno mengatakan bahwa jembatan atau tambatan perahu itu dibangun dengan menggunakan dana Corporate Social Responsibility (CSR).

“Pelindo IV sendiri mengeluarkan Rp1 miliar untuk membangun jembatan ini,” kata dia.

Lebih jauh Ady mengatakan, pembangunan Jembatan Penambat Perahu itu merupakan salah satu bentuk sinergi BUMN dalam membangun negeri.

Kepala PT Jasa Raharja Cabang Maluku, Sigit Harismun menyatakan bahwa medan transportasi laut di Maluku memang cukup sulit karena terdiri dari pulau-pulau.

“Kegiatan transportasi laut di Provinsi Maluku mempunyai pengaruh yang cukup besar bagi pertumbuhan dan perkembangan kehidupan politik, ekonomi, budaya, pertahanan dan keamanan. Untuk itu peranan angkutan laut perlu adanya perhatian khusus dari pemerintah, terutama bagi daerah-daerah kepulauan seperti di Maluku,” kata dia.

Menurutnya, pembangunan Jembatan Penambat Perahu Dusun Ketapang yang dilaksanakan oleh Jasa Raharja dan Pelindo IV merupakan salah satu bentuk nyata pemerintah hadir untuk negeri, yaitu dengan cara meningkatkan dan menunjang pertumbuhan ekonomi dan transportasi rakyat di daerah desa maupun dusun Ketapang di Kecamatan Huamual.

Sigit berharap dengan adanya pembangunan infrastruktur yang memadai ini dapat memfasilitasi keterhubungan antar wilayah Kabupaten Seram Bagian Barat dan Kota Ambon menjadi Iebih efektif, efisien dan terjangkau serta meningkatkan mobilisasi arus manusia dan arus barang di seluruh wiiayah Maluku, sehingga mampu menjadi pelopor dalam menggerakkan perekonomian dan sanggup mewujudkan kemandirian ekonomi wilayah.