Virus Corona, Pelindo IV Jaga Kinerja Ekspor Sulsel & Perketat Crew Kapal dari China

07 Februari 2020 | Rilis Berita

INAPORT4 – Manajemen PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) menegaskan bahwa pihaknya tetap melayani kegiatan ekspor dan impor barang ke China, Korea, Jepang dan Vietnam meski di negara-negara tersebut tengah mewabah virus Corona yang menggegerkan dunia.

Direktur Utama PT Pelindo IV, Farid Padang mengatakan bahwa ekspor langsung ke Vietnam, Korea, Jepang dan China tetap terjaga dari Pelabuhan Makassar, meskipun ada wabah virus corona.

“Hanya saja ada beberapa kebijakan yang memang harus kami lakukan terkait hal tersebut. Salah satunya, live animal atau binatang hidup dari daratan China tidak boleh masuk Indonesia, termasuk di Pelabuhan Makassar,” ungkap Farid.

Selain itu, walaupun barang ekspor dan impor tetap bisa masuk dan keluar melalui pintu Pelabuhan Makassar, namun kru kapal yang membawa barang tidak boleh turun dari kapal dan memasuki area pelabuhan.

“Mereka hanya bisa berada di atas kapal dan akan diperiksa oleh Tim dari Kantor Kesehatan Pelabuhan, Pelindo IV dan Otoritas Pelabuhan menggunakan alat Thermal Scanner yang telah disiapkan untuk mendeteksi suhu tubuh manusia dan hand thermometer scanner,” jelasnya.

Dirut Pelindo IV mengatakan, larangan tersebut berdasarkan hasil Rapat Terbatas Kabinet Indonesia Maju yang diselenggarakan di Istana Bogor pada Selasa malam, 4 Februari 2020 yang juga dihadiri oleh SKJ, DRJU, DRJL, Dirut Angkasa Pura 1, Dirut Angkasa Pura 2, Dirut Pelindo I, II, III dan IV.

Dalam rapat tersebut beber Farid, disimpulkan bahwa kargo dari dan ke Main Land tetap dapat dilaksanakan sebagaimana biasanya dari laut, dimana para operator pelabuhan bekerjasama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dalam melaksanakan prosedur kepada para crew kapal untuk tidak turun dari kapal.

Pelindo IV Waspada Virus Corona

Sebelumnya, Dirut Pelindo IV, Farid Padang sudah meminta kepada semua pegawai yang ada di front liner, terutama yang berada di terminal penumpang, untuk lebih waspada dan wajib menggunakan masker saat melayani.

Hal itu menyusul maraknya wabah virus corona yang telah menggegerkan warga dunia dan cukup membuat gempar beberapa waktu belakangan ini.

Bahkan, pihaknya telah menyiapkan Thermal Scanner untuk mendeteksi suhu tubuh manusia, terutama digunakan kepada para penumpang yang baru tiba atau turun dari kapal. Selain itu, pihaknya juga menggunakan alat hand thermometer scanner untuk melakukan pengecekan.

“ juga melakukan koordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan dan Otoritas Pelabuhan, serta Kantor Syahbandar untuk selalu memperketat pengawasan,” tegas Farid.

Dia juga mengimbau kepada semua penumpang kapal untuk selalu menjaga kebersihan, imun tubuh dan mengatur pola makan serta istirahat yang cukup. Karena seseorang dapat dengan mudah terjangkit suatu penyakit jika sistem imun dalam tubuhnya terganggu.

“Kami juga merasa perlu untuk mengawasi penumpang kapal cruise dan anak buah kapal (ABK) asing serta pekerja dari luar negeri yang beroperasi di pelabuhan.” Menurutnya, potensi cukup besar masuknya virus corona dari pelabuhan bisa melalui wisatawan asing yang dibawa oleh cruise atau kapal pesiar, selain juga kapal ekspor impor dari luar negeri.

Meski begitu, Farid mengatakan bahwa semua larangan itu sifatnya hanya untuk sementara, hingga virus corona musnah dan dunia menyatakan aman.