Pelindo IV Teken MoU Pemanfaatan Lahan dengan Pemkot Tarakan

27 Februari 2020 | Rilis Berita

INAPORT4 – Manajemen PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Pemerintah Kota Tarakan tentang Pemanfaatan dan Pengoperasian Lapangan Penumpukan Peti Kemas di Pelabuhan Tarakan, Kalimantan Utara.

Penandatanganan perjanjian kerja sama itu ditandatangani oleh Direktur Operasi dan Komersial PT Pelindo IV, Riman S. Duyo dengan Wali Kota Tarakan, Khairul di Makassar, Kamis (27 Februari 2020).

Direktur Operasi dan Komersial PT Pelindo IV, Riman S. Duyo mengatakan, pihaknya dan pihak Pemkot Tarakan sepakat untuk melakukan kerja sama pemanfataan dan pengoperasian lapangan penumpukan peti kemas seluas 4.000 meter persegi di Pelabuhan Tarakan.

“Perjanjian kerja sama ini ditandatangani dengan tujuan, mengantisipasi peningkatan peti kemas di Pelabuhan Tarakan melalui pemanfaatan lahan reklamasi untuk lapangan penumpukan peti kemas dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi Kota Tarakan,” jelas Riman.

Selain itu juga lanjutnya, untuk peningkatan pelayanan kepelabuhanan demi menunjang kegiatan ekonomi dan perdagangan di Kalimantan Utara pada umumnya dan Kota Tarakan pada khususnya.

Sementara itu, Wali Kota Tarakan, Khairul menuturkan bahwa pihaknya berharap dengan kerja sama ini semakin membuka peluang daerah untuk berkembang karena ketersediaan infrastruktur pelabuhan yang dapat diandalkan. Mengingat potensi Tarakan cukup besar, ke depan,  harapannya kargo atau barang dari Tarakan  bisa langsung dikirim ke luar negeri tanpa harus melalui Surabaya atau Jakarta, sehingga bisa menekan biaya tinggi yang dikeluarkan selama ini.

“Jadi, produk dari Kota Tarakan juga bisa bersaing di luar negeri dan dapat menggunakan label Indonesia” ujarnya.

Dia mengatakan, sebenarnya masih ada banyak hal yang juga bisa dikerjasamakan dengan Pelindo IV. “Kami masih membuka ruang, bila Pelindo IV masih membutuhkan lahan untuk peti kemas,” katanya. 

Bahkan Pemkot Tarakan berharap masih ada peluang bisnis atau usaha lainnya yang bisa dikerjasamakan dengan pihak Pelindo IV ke depan. “Contohnya produk kepiting yang selama ini dikenal di luar negeri itu bersumber dari Tarakan, bukan dari Malaysia,” tukas Khairul yang sangat mengapresiasi kepada Pelindo IV karena telah menjadi salah satu penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya untuk Kota Tarakan dan Kalimantan Utara pada umumnya.