Kembangkan Pelabuhan Loktuan, Pelindo IV Sinergi dengan Pemkot Bontang

27 November 2019 | Rilis Berita

INAPORT4 – PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) menjalin sinergi dengan Pemerintah Kota Bontang melalui kerja sama pembangunan pelabuhan di wilayah tersebut, Selasa (26 November 2019).

Hal itu terungkap saat Direktur Utama PT Pelindo IV, Farid Padang menerima kunjungan silaturahmi Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni di Kantor Pusat PT Pelindo IV Makassar.

Dalam sambutannya, Dirut Pelindo IV mengatakan bahwa tantangan di Kawasan Timur Indonesia (KTI) adalah, wilayah laut yang lebih besar dan jumlah industri yang sedikit dibandingkan dengan wilayah barat Indonesia.

“Sejak 5 Desember 2015 sudah melakukan direct call dan direct export untuk menekan disparitas harga dan kesenjangan antara wilayah barat dan timur Indonesia,” kata Farid.

Dengan rampungnya proyek Makassar New Port (MNP) Tahap IA yang mulai beroperasi sejak 2 November 2018, program direct call dan direct export dari Makassar semakin lancar dan gencar dilakukan.  

Kehadiran MNP menurutnya, sangat mendukung kegiatan direct call dan direct export dari Makassar. Melalui dua kegiatan ini , pihaknya terbukti mampu mengurangi waktu ekspor misalnya ke China dari semula 24 hari menjadi hanya 16 hari. Demikian pula ekspor ke Jepang turun menjadi 18 hari dari semula 28 hari. Sementara ke Korea menjadi 17 hari dari semula 26 hari.

Sejak resmi beroperasi pada 2 November tahun lalu hingga saat ini, sudah kurang lebih 400 kapal yang sandar di dermaga MNP dan melayani sekitar 10.000 TEUs kontainer.

“Dengan begitu dwelling time di Pelabuhan Makassar juga menjadi yang terendah di antara tiga pelabuhan lainnya, yakni Tanjung Priuk, Tanjung Perak dan Belawan,” jelas Farid.

Dia berharap, Pemerintah Kota Bontang turut membantu dalam rencana pengembangan Pelabuhan Loktuan Bontang yang akan dilakukan oleh Pelindo IV. Dia juga berharap agar kedepan pihaknya dapat melakukan direct call dan direct export dari salah satu pelabuhan yang ada di Kalimantan Timur ini.  

Sementara itu dalam sambutannya, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mengungkapkan bahwa kunjungan silaturahmi yang dilakukan ke adalah salah satu cara untuk memperkuat wilayah kemaritiman dengan lebih maksimal.

“Tentunya kerja sama dan silaturahmi ini nantinya dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan menguntungkan bagi kedua belah pihak,” ujar Neni.

“Yang penting adalah sustainable (keberlanjutannya). Karena kedepan aktivitas di Bontang Insya Allah akan menjadi aktivitas yang cukup dahsyat. Oleh sebab itu, Bontang harus memiliki pelabuhan untuk petikemas,” tambahnya.

“Mudah-mudahan dengan pemanfaatan pelabuhan di Kota Bontang, bisa meningkatkan PAD dan juga meningkatkan aktivitas masyarakat sehingga dapat mengurangi pengangguran. Oleh sebab itu, pelayanan pelabuhan juga menjadi salah satu perhatian Pemkot Bontang,” tukas Neni.