Plt Gubernur Sulsel Lepas Ekspor Perdana Rempah-rempah di TPM

Pelepasan ekspor perdana rempah-rempah dan pupuk bat guano melalui Terminal Petikemas Makassar (TPM)

INAPORT4 – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersama PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) melakukan ekspor perdana rempah-rempah, pupuk bat guano dan beberapa komoditas Sulsel lainnya ke pasar luar negeri melalui Terminal Petikemas Makassar (TPM).

Dalam sambutannya saat melepas ekspor di TPM, Senin (12 April 2021), Plt Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman mengatakan, pelepasan ekspor perdana ini sangat luar biasa dengan nilai awal mencapai Rp49,9 miliar. Dia mengucapkan terima kasih banyak kepada seluruh eksportir di Sulsel.

“Semua yang diekspor adalah rempah-rempah dan ini tentu menyangkut dengan masyarakat banyak di Sulawesi Selatan,” kata Plt Gubernur Sulsel.

Dia juga mengapresiasi PT Pelindo IV yang terus mendorong ekspor produk Sulsel ke belahan dunia. Terlebih, jika Makassar New Port (MNP) bisa beroperasi, maka akan meningkatkan nilai ekspor di Sulsel.

“Nanti kalau sudah jadi Makassar New Port, ini bisa lebih besar lagi. Karena kapal yang bisa sandar adalah yang panjangnya 400 meter. Bisa dibayangkan jika bisa mampir. Jalur perdagangan kapal besar (dari luar negeri) bisa melintasi Sulsel. Kita berharap mampir ke sini dan biar kita bisa menitipkan barang-barang kita, direct ekspor dengan kapal yang lebih besar,” jelasnya.

Menurut dia, dengan ekspor komoditas Sulsel ini maka membuat neraca pertumbuhan ekonomi juga akan besar. “Karena kita selalu berinovasi di dalam dan teman-teman dari perusahaan yang menjadi spesialis itu. Kami tentu mendorong dan bagaimana kita menyediakan karpet merah untuk mereka. Pokoknya jemput bola mereka, bantu mereka dan perlancar kegiatan-kegiatan mereka dan ini akan menjadi perputaran ekonomi,” bebernya.

“Rempah-rempah ini adalah keunggulan kita, kejayaan kita yang perlu kita kembalikan,” imbuhnya.

“Bahkan dengan hadirnya MNP ini, bisa menjadi tolak ukur dan starting poin untuk mengangkat ekspor-ekspor di Sulsel,” tukasnya.

Andi Sudirman menambahkan, Sulsel over stok beras sebanyak 450.000 ton dan sudah mengirim ke 27 provinsi di Indonesia. “Ini nantinya jika kita melempar dengan kapal 400 meter, bisa dikirim ke mana-mana. Banyak sekali yang datang (dari negara lain), semua datang audiens menanyakan apa yang lebih di Sulsel. Saya bilang ada beras, sayuran, rempah-rempah dan beberapa produk lainnya. Kita punya bentangan laut 2.000 km, tinggal optimalisasi saja dan bagaimana pasar menjelajah ke seluruh belahan dunia.”

Dia juga mengajak para pengusaha untuk bersinergi. “Jadikan kami sebagai mediator untuk  fasilitator dan jadikan kami sebagai benteng untuk memperkuat dan memperkokoh dunia usaha. Itulah komitmen kami bersama dan tentu ekspor ini untuk kesejahteraan Sulawesi Selatan karena ada efek bagi masyarakat Sulsel,” terangnya.

“Saya yakin saat MNP bisa dioperasikan, Surabaya bisa menjadi saingan kita karena lokasi secara strategis adalah kita. Tempat ekspor terbaik barang dan jasa adalah dari kita yang paling banyak. Karena kita adalah lumbung pangan, pertambangan dan peternakan adalah potensi Sulawesi Selatan yang terbaik,” pungkasnya.

Direktur Utama PT Pelindo IV, Prasetyadi mengungkapkan, pihaknya akan selalu mendukung apapun kegiatan pemerintah daerah yang berujung pada peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

“Kami senantiasa menyediakan fasilitas dan pelayanan pelabuhan yang maksimal,” ujarnya.

Sementara itu dalam laporannya, Kepala Dinas Perdagangan Sulsel, Ashari Fakhsirie Radjamilo mengatakan bahwa ekspor perdana kali ini sebesar 1.488 ton dengan nilai US$3,44 juta atau setara dengan Rp49,9 miliar.

“Adapun negara tujuan ekspor meliputi Hongkong, Amerika Serikat, Cina, Italia, Kanada, Rusia, Perancis, Jepang, Australia dan Korea Selatan,” kata Ashari.

Dia juga melaporkan, pelepasan ekspor perdana ini diikuti oleh 14 pelaku usaha ekspor. Antara lain, CV Aromata Anugrah Sultan, CV Muna Agro Indonesia, PT Sumber Guna Makassarnusa, CV Adi Tirta, CV Mega Citra Karya, CV Guna Bahari Indonesia, PT Prima Indo Tuna, PT Prima Bahari Inti Lestari, PT Biota Laut Ganggang, PT Comextra Majora, PT Nuansa Cipta Magello, PT Biru Laut Nusantara, PT Bogatama Marinusa dan PT Dunia Marine Product.

“Komoditas yang diekspor perdana terdiri dari kemiri, kayu manis, ketumbar, pupuk bat guano. Sedangkan rumput laut, ikan segar, gurita, carragenan, mete kupas, daging kepiting, udang olahan, udang segar dan cumi merupakan komoditas ekspor yang sudah berjalan selama ini,” ujarnya.

Usai kegiatan ekspor perdana di TPM, Plt Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman bersama beberapa eksportir Sulsel dengan didampingi Direktur Utama PT Pelindo IV, Prasetyadi dan GM Pelindo IV Cabang Makassar New Port (MNP), Edy Djoni M. Nursewan, mengunjungi dermaga Makassar New Port.