• Eastern Port Indonesia

    THE LARGEST PORT AREA IN INDONESIA

HEALTH AND SAFETY ENVIRONMENT

SISTEM MANAJEMEN

PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) berkomitmen untuk menerapkan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang baik dengan melakukan pemenuhan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dan kepatuhan internasioanl dalam seluruh aktivitas bisnisnya secara fleksible dan adaptif;

Sejalan dengan hal tersebut, dari aspek kepatuhan terhadap peraturan perundangan, PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) telah menerapkan ISPS Code (International Ship and Port Security Code), Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3), dan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) SNI ISO 37001:2016;

Dari aspek kepatuhan terhadap standard internasional dan untuk meningktakan kualitas layanan (customer satisfaction) telah diterapkan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 dengan target Zero Complain, Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001:2015 yang bertujuan untuk mengurangi pencemaran lingkungan dan peningkatan pada proses efisiensi dengan target Zero Emission, dan ISO 45001:2018 dengan target Zero Accident dan Zero Damage;

Perseroan juga menerapkan konsep pelabuhan yang ramah lingkungan (Green Port) yang mengarah kepada pemanfaatan energi, penurunan emisi juga pengolahan sampah dan air. Penerapan Green Port juga sebagai salah satu langkah untuk mendukung ekosistem konektivitas nasional, dan menekan biaya logistik menjadi lebih efisien.

Penerapan kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku baik secara nasional maupun secara internasional diyakini mampu memperkuat daya saing perusahaan secara berkesinambungan, mengelola sumber daya dan risiko secara efisien dan efektif, serta meningkatkan corporate value dan kepercayaan investor untuk mewujudkan visi perseroan sebagai Pelabuhan yang bertaraf internasional (World Class Operator).

Serifikasi ISO 9001 merupakan standar bertaraf internasional di bidang sistem manajemen mutu. Jika suatu perusahaan/organisasi telah mendapatkan sertifikasi tersebut, dapat dikatakan perusahaan tersebut telah sesuai dan memenuhi persyaratan internasional dalam hal sistem manajemen mutu.

Pada dasarnya suatu sistem manajemen mengarah pada apa yang perusahaan/organisasi lakukan untuk melakukan proses atau aktivitas, sehingga produk/jasa yang dihasilkan memenuhi tujuan. Tujuan suatu produk atau jasa yang dihasilkan perusahaan telah ditetapkannya sendiri, diantaranya :

  • Memenuhi persyaratan kualitas konsumen
  • Sesuai dengan peraturan
  • Sesuai dengan tujuan lingkungan

ISO 14001 adalah sebuah spesifikasi internasional untuk sistem manajemen lingkungan (SML) yang membantu perusahaan Anda mengidentifikasi, memprioritaskan, dan mengatur risiko-risiko lingkungan sebagai bagian dari praktek bisnis normal.

Sertifikasi ISO 14001 menunjukkan bahwa organisasi, bisnis, atau entitas perusahaan telah mengidentifikasi dan menilai risiko lingkungan dari berbagai prosedur manajemen, dan telah mengembangkan metode dan rencana aksi untuk menanganinya.

Selain itu, organisasi yang memiliki sertifikasi ISO 14001 akan mendapatkan peningkatan positif atas persepsi publik karena tanggung jawab yang ditunjukkannya kepada lingkungan

ISO 37001 adalah sistem manajemen anti suap yang dirancang untuk membantu organisasi menetapkan, menerapkan, memelihara dan meningkatkan program anti-suap.

Sistem Manajemen ini menggunakan pendekatan berbasis risiko, ISO 37001 dapat memungkinkan perusahaan untuk membuat keputusan yang lebih baik tentang mitra bisnis dan pihak ketiga, dengan memahami dan proaktif mengelola risiko yang akan hadir dari hubungan kerjasama tersebut.

ISO 45001 adalah sebuah standar internasional baru untuk manajemen kesehatan dan keselamatan kerja (K3 / OH&S), yang menjadi pengganti standar OHSAS 18001. Lalu apa perbedaan diantara keduanya? ISO 45001 dirancang oleh Komite proyek ISO dan telah dipublikasikan pada bulan Maret lalu ditahun 2018 ini. Beberapa perbedaan utama antara ISO 45001 dan OHSAS 18001 adalah sebagai berikut:

Perbedaan pertama berkaitan dengan struktur. ISO 45001 didasarkan pada ISO Guide 83 (“Annex SL”) yang menetapkan struktur tingkat tinggi yang umum, teks dan istilah serta definisi umum untuk sistem manajemen (misalnya ISO 9001 , ISO 14001, dll.). Struktur ini bertujuan untuk memfasilitasi proses implementasi dan integrasi beberapa sistem manajemen secara harmonis, terstruktur dan efisien.

Selain itu, dalam standar baru ada fokus yang kuat pada “konteks organisasi“. Pada ISO 45001, organisasi seharusnya tidak hanya mempertimbangkan apa isu K3 yang secara langsung berdampak pada mereka, akan tetapi juga melibatkan masyarakat lebih luas dan bagaimana kerja mereka bisa juga berdampak pada komunitas di sekitarnya.