Sorong

 

KABUPATEN SORONG

 

Kabupaten Sorong adalah sebuah kabupaten di Provinsi Papua Barat. Ibu kota kabupaten ini terletak di Aimas. Kabupaten ini merupakan salah satu penghasil minyak utama di Indonesia. Kawasan perairannya dikenal sebagai habitat penyu belimbing (Dermochelys coriacea vandelli).

Kabupaten Sorong memiliki luas wilayah 18.170 km persegi dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Raja Ampat di sebelah utara dan barat, Kabupaten Sorong Selatan di sebelah selatan, Kabupaten Manokwari di sebelah timur, serta secara geografis terletak di 00o56 LS dan antara 131o07 BT.

Kabupaten Sorong terletak di bagian Barat Provinsi Papua dengan luas wilayah setelah pembentukan kabupaten Tanbrauw sekitar 13.603 km persegi yang terbagi dalam wilayah daratan seluas 8.457 km persegi dan wilayah lautan seluas 5.146 km persegi. (Berdasarkan pembacaan pada Peta Rupa Bumi BAKOSURTANAL skala 1 : 250.000,) letak geografis Kabupaten Sorong adalah: 130o 40' 49" - 132o 13' 48" BT dan 00o 33' 42" - 01o 35' 29" LS. Wilayah administrasi Pemerintahan Kabupaten Sorong terdiri dari 19 distrik, 18 kelurahan dan 149 desa/kampung.

Sedangkan Batas Administratif Kabupaten Sorong adalah :

-          Sebelah utara  : Samudera Pasifik dan Selat Dampir

-          Sebelah timur              : Kabupaten Tambrauw dan Kab. Sorong Selatan

-          Sebelah selatan            : Laut Seram

-          Sebelah barat  : Kota Sorong, Kab. Raja Ampat dan Laut Seram

 

Menurut sejarah, nama Sorong diambil dari nama sebuah perusahan Belanda yang pada saat itu diberikan otoritas atau wewenang untuk mengelola dan mengeksploitasi minyak di wilayah Sorong, yaitu Seismic Ondersub Oil Niew Guines atau disingkat SORONG. Pemerintah tradisonal di wilayah Kabupaten Sorong awal mulanya dibentuk oleh Sultan Tidore, guna perluasan wilayah kesultanan dengan diangkat 4 (empat) orang Raja yang disebut Kalano Muraha atau Raja Ampat. Keempat raja itu diangkat sesuai dengan 4 pulau besar yang tersebar dari gugusan pulau-pulau dengan wilayah kekuasaan adalah sebagai berilkut :

-          Raja Fan Gering menjadi Raja di Pulau Waigeo

-          Raja Fan Malaba menjadi Raja di Pulau Salawati

-          Raja Mastarai menjadi Raja di Pulau Waigama

-          Raja Fan Malanso menjadi Raja di Lilinta Pulau Misool

Sorong masuk ke Indonesia setelah penyerahan atas Irian Barat kepada penguasa sementara perserikatan Bangsa-Bangsa/United Nation Teporary Exsecutive (UNTEA) pada 1 Okotober 1962 sampai dengan 1 Mei 1963 oleh Belanda.

 

Obyek Wisata di Kabupaten Sorong

Obyek wisata di Kabupaten Sorong terdiri dari obyek wisata alam dan bahari. Obyek wisata bahari meliputi :

  • Wisata Pantai Mailan Makbon di Distrik Makbon, yang mencakup tanjung dan pantai di Teluk Dore, dengan panorama pasir dan view ke laut lepas Samudera Pasifik. Pada lokasi ini terdapat juga Tugu Injil.
  • Wisata Pulau UM, di Kampung Malaumkarta, Distrik Makbon, dengan panorama pasir putih, terumbu karang, burung kelelawar dan burung camar.
  • Obyek wisata alam air panas di Kampung Klayili, Distrik Makbon, dengan panorama hutan yang lebat dan beraneka ragam jenis tumbuhan tropis serta jenis burung yang silih berganti datang dari sumber pemandian air panas.

 

KOTA SORONG

Kota Sorong adalah sebuah kota di Provinsi Papua Barat. Kota ini dikenal dengan sebutan Kota Minyak, di mana Nederlands Nieuw-Guinea Petroleum Maatschappij (NNGPM) mulai melakukan aktivitas pengeboran minyak bumi di Sorong sejak 1935.

Kota Sorong cukup strategis karena merupakan pintu keluar masuk Provinsi Papua dan Kota Persinggahan. Kota Sorong juga merupakan Kota Industri, Perdagangan dan Jasa, karena Kota Sorong dikelilingi oleh kabupaten lain yang mempunyai sumber daya alam yang sangat potensial, sehingga membuka peluang bagi investor dalam maupun luar negeri untuk menanamkan modalnya.

Dalam sejarah Kota Sorong, Nama Sorong berasal dari kata Soren yang dalam bahasa Biak Numfor berarti laut yang dalam dan bergelombang. Kata Soren digunakan pertama kali oleh suku Biak Numfor yang berlayar pada zaman dahulu dengan perahu-perahu layar dari satu pulau ke pulau lain hingga tiba dan menetap di Kepulauan Raja Ampat. Suku Biak Numfor inilah yang memberi nama "Daratan Maladum" (sekarang termasuk bagian dari wilayah Kota Sorong) dengan sebutan "Soren" yang kemudian dilafalkan oleh para pedagang Tionghoa, Misionaris clad Eropa, Maluku dan Sangihe Talaut dengan sebutan Sorong.

Secara geografis, Kota Sorong berada pada koordinat 131°51' Bujur Timur dan 0° 54' Lintang Selatan, memiliki batas-batas sebagai berikut :

  • Sebelah Timur : berbatasan dengan Distrik Makbon (Kabupaten Sorong) dan Selat Dampir
  • Sebelah Barat : berbatasan dengan Selat Dampir
  • Sebelah Utara : berbatasan dengan Distrik Makbon (Kabupaten Sorong) dan Selat Dampir
  • Sebelah Selatan : berbatasan dengan Distrik Aimas (Kabupaten Sorong) dan Distrik Salawati (Kabupaten Raja Ampat)

Luas wilayah Kota Sorong mencapai 1.105,00 km persegi, atau sekitar 1.13% dari total luas wilayah Papua Barat. Wilayah kota ini berada pada ketinggian 3 meter dari permukaan laut dan suhu udara minimum di Kota Sorong sekitar 23, 1 ° C dan suhu udara maksimum sekitar 33, 7 ° C.

Keadaan topografi Kota Sorong sangat bervariasi terdiri dari pegunungan, lereng, bukit-bukit dan sebagian adalah dataran rendah, sebelah timur dikelilingi hutan lebat yang merupakan hutan lindung dan hutan wisata.

Komoditas unggulan Kota Sorong yaitu sektor pertanian, perkebunan dan jasa. Pada sub sektor perkebunan, komoditas yang diunggulkan berupa kakao, kelapa dan cengkeh. Sementara pariwisatanya yaitu wisata alam, wisata adat dan budaya.

Sebagai penunjang kegiatan perekonomian, di provinsi ini tersedia satu pelabuhan, yaitu Pelabuhan Sorong (Port of Sorong) dan satu bandar udara, yaitu Bandar Udara Domine Eduard Osok.

Sebelum adanya Bandar Udara Domine Eduard Osok, Kota Sorong menggunakan Bandar Udara Jeffman di Pulau Jeffman. Untuk mencapai bandar udara tersebut, penumpang pesawat terbang menggunakan angkutan kapal dari Kota Sorong. Saat ini, bandar udara tersebut sudah tidak digunakan lagi.

Sedangkan Pelabuhan Sorong merupakan salah satu pintu gerbang transportasi laut di Propinsi Papua Barat dan Papua yang melayani arus penumpang dan barang yang berasal dari Sorong ke Manokwari, Raja Ampat, Wondama, Serui, Nabire, Fak-Fak, Kaimana, Bintuni, Biak, Jayapura, Maluku, Sulawesi dan Jawa ataupun sebaliknya.

Pelabuhan Sorong juga merupakan salah satu bentuk jasa transportasi laut yang sangat berarti bagi perkembangan dan peningkatan sumber daya alam dan taraf hidup penduduk di daerah Sorong.

 

Pariwisata di Kota Sorong

Beberapa kawasan wisata yang terdapat di Kota Sorong yaitu, Taman Rekreasi Pantai Tanjung Kasuari dengan pesona pasir putihnya, termasuk kawasan pantai pada Pulau Raam, Pulau Soop, Pulau Item dan Pulau Doom yang terkenal dengan pantainya yang indah. Juga Pulau Dofior yang terdapat Tugu Selamat Datang di Kota Sorong dengan menggunakan bahasa Moi (suku asli di Kota Sorong) yang ramah dan bersahabat menyambut pengunjung yang datang di Kota Sorong. Juga Tembok Dofior yang terkenal dengan pemandangan panorama laut dan keindahan alam menjelang senja.

 

Makanan Khas

Seperti kebanyakan masyakarat di Papua lainnya, Papeda juga merupakan makanan khas masyarakat di Kabupaten dan Kota Sorong. Papeda adalah makanan berupa bubur sagu khas Maluku dan Papua yang biasanya disajikan dengan ikan tongkol atau mubara yang dibumbui dengan kunyit. Papeda berwarna putih dan bertekstur lengket menyerupai lem dengan rasa yang tawar. Papeda merupakan makanan yang kaya serat, rendah kolesterol dan cukup bernutrisi.

Sagu Batangan juga menjadi salah satu makanan khas di Papua. Diproduksi dari tepung sagu kemudian dicetak dan dijemur pada cuaca yang cerah di siang hari. Sagu batangan ini dapat bertekstur lembek dan dapat pula bertekstur keras. Anda dapat memakan sagu batangan ini dengan berbagai macam cara, salah satunya mencelupkannya ke dalam teh apabila Anda menyukai rasa manis dan renyahnya sagu batangan.

Selain itu, Sirih Pinang juga merupakan salah satu yang khas dari Papua. Cara memakan pinang, yaitu mahkota pinang dikupas dengan tangan, kulit dikupas dengan gigi. Ini bisa menguatkan gigi. Usai dikupas, kunyah biji pinang hingga hancur dan halus. Pertama memang akan terasa sangat mengejutkan. Ada rasa pahit dan sepat luar biasa yang menyeruak di mulut. Ini memicu air liur berproduksi terus-menerus dalam jumlah banyak, bercampur dengan sari pinang.

Langkah selanjutnya adalah mencocolkan batang sirih ke kapur, untuk kemudian digigit dan dikunyah bersama pinang. Jangan sampai kapur menyentuh lidah karena bisa membuat lidah terbakar. Kunyah terus hingga warna pinang memerah.

-----------------------------------------------------------------------------------------------

Address

Address           : Jl. Jenderal A. Yani No. 13 Sorong, Papua Barat

Phone              : (0951) 323805

Fax                  : (0951) 333649

 

E-mail              : sorong@inaport4.co.id  

website               : http://port-of-sorong.blogspot.com/

 

Kegiatan Pengembangan Penyertaan Modal Negara (PMN)

Anggaran sebesar Rp270.000.000.000,-

Reklamasi dan penahan tanah 5 Ha

Perkerasan lapangan penumpukan petikemas 5 Ha

Pembangunan dermaga 250 x 30 m2 (kedalaman – 16 MLWS).

Kapasitas terminal menjadi 350.000 TEU’s/tahun.

Progress pekerjaan : 8,67% fisik.

Pelaksana : PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.

Position
00° 53’ 00” S / 131° 14’ 00” E

No. of Map
Map No. 213

Anchorage
00° 53’ 00” S / 131° 10’ 00” E
00° 51’ 00” S / 131° 13’ 12” E

Local Time
GMT + 9 hours

Max. Size
Max Draft 20 m

Operational Time
Open 24 hours, even in holiday. Tides do not effect to entry

Radio
Sorong Coast Radio Station, call sign SOQ PKY 4 VHF Ch. 12 operates 24 hours

HIDRO OCEANOGRAFI

Hidro Oceanography

Parameter

Panjang Alur Pelayaran

Length Of Channel

3,5 Mil

Lebar Alur Pelayaran

Width Of Channel

926 Meter

Kedalaman Minimum

Minimum Depth In Channel

13 MLWS

Luas Kolam Pelabuhan

Basin Area

11 Ha

Kedalaman Kolam Minimum

Minimum Depth in Basin

11 MLWS

Kedalaman Pulau di Dermaga

Depth In Whaft

9 MLWS

Kecepatan Angin

Wind Velocity

6 Knot

Kecepatan Arus

Current Velocity

2 Knot

Tinggi Gelombang

Tidal Height

2 Meter

Pasang Surut

High Water Spring

20 MLWS

Pasang Surut

Low Water Spring

8 MLWS

 

FASILITAS PELABUHAN

 

                Alat Produksi

       Equipment & Facilities                                                      

Parameter

Dermaga

Wharves

280 Meter

Gudang

Transit Shed

1.950 M2

Lapangan

Yard

10.950 M2

Kapal Pandu

Pilot Boats

3 Unit

Crane 25 Ton

1 Unit

Reach Stacker (RS)

4 Unit

Forklift 7 Ton

2 Unit

Forklift 5 Ton

1 Unit

Head Tractor (HT)

2 Unit

Tronton 40 Feet

6 Unit

Jumlah alat

19 Unit

Towage
Not Available

Pilotage
Compulsory. Apply for pilot boat by calling Sorong Coast Station by radio VHF on Ch.12 VHF or raising “G” flag. Entrance in all seasons and weathers. Sorong bay is suitable for anchorage to awaiting pilot boat. Pilot boat operated by the company is MPS Semayang I, 2 x 40 HP.


Fresh Water

Available, at sorong pier from public water development.
Supply capacity approximately 100 tons/hour.

Bunkering
Only diesel and marine fuel, supplied by PERTAMINA depend on request

Repair
Available, by PERTAMINA floating and dry deck capacity 150 –250 DWL

IMMIGRATION
Repatriation

Possible, dealt with immigration through Jakarta or Makassar

Shore Leave
All crew members allowed ashore on permission of Immigration

Identification Card
Needed by Immigration for landing permit

MISCELLEANOUS
Medical

Hospital facilities or Port Doctor are available.

Airport
Jeffman Airport, located 11 miles from port. Exactly at Jeffman island. Domestic flight regulary supported by Garuda Indonesia Airlines, Merpati Nusantara Lion Air and Pelita Air.