English
PT Pelabuhan Indonesia 4 (Persero) | Duet Jagoan Raker 2009, Balikpapan & TPM
78
single,single-post,postid-78,single-format-standard,ajax_leftright,page_not_loaded,smooth_scroll,,wpb-js-composer js-comp-ver-3.6.12,vc_responsive
raker09

Duet Jagoan Raker 2009, Balikpapan & TPM

Kinerja PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) lima tahun terakhir terbilang “kinclong”. Sebuah pertanyaan menggelitik, mampukah PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) sukses memperpanjang capaian laba melampau angka seperti yang dipatok dalam RKAP 2009 ?

Jelas, menjawab pertanyaan ini adalah tantangan bagi jajaran PT Pelabuhan Indonesia IV. Capai atau tidak, itu tanggungjawab bersama dewan komisaris, direksi plus pegawai.

Mari tengok isi perut perseroan yang beroperasi di wilayah timur negeri ini. Kinerja bagus. Kata orang, “Cool, men!” Dari aspek target laba misalnya, jika besarannya dijadikan sebagai ukuran keberhasilan sebuah kinerja, jelas, PT Pelabuhan Indonesia IV boleh “bertepuk dada”.

Bagaimana tidak. Sebut saja target laba di atas angka Rp. 100 milyar. Itu dicapai PT Pelabuhan Indonesia IV pada empat tahun lewat, tahun 2006. Bahkan, “ambisi” target laba PT Pelabuhan Indonesia IV untuk melampaui laba perolehan saudaranya, PT Pelabuhan Indonesia I (Persero), itu pun sudah terwujud pada tahun 2008 kemarin.

So, what next?
Gelagatnya, seandainya boleh berandai-andai sepertinya sasaran laba 2009 mampu terjangkau. Optimisme seperti itu, tentu saja, berdasar pada realisasi angka-angka capaian sementara hingga paruh pertama 2009.

Mengutip laporan Kepala SPI Djam’an AM pada acara penutupan rapat kerja 2009 yang digelar di Makassar tanggal 10 hingga 14 Agustus 2009, diungkapkan taksiran realisasi perolehan laba tahun 2009 sebelum dipotong pajak berjumlah Rp. 244,4 miliar. Angka Rp. 244,4 milyar ini lebih Rp. 40,9 miliar atau 120,19% di atas RKAP 2009 yang dipatok Rp.203,5 milyar. Rinciannya, taksiran total pendapatan tahun 2009 Rp. 748 milyar atau 108,40% di atas RKAP 2009 sebesar Rp. 690 milyar dan taksasi pembiayaan berjumlah Rp. 503,6 milyar. Capaian lain diungkapkan oleh Djam’an yang menjadi penanggung jawab gelar rapat kerja 2009 bahwa sebanyak 16 Cabang plus 3 UPK sukses meraih laba melebihi target. Sementara ini masih ada 4 cabang dengan capaian laba di bawah target, yakni Cabang Makassar, Tarakan, Fak-Fak dan Toli-Toli.

Rapat kerja 2009 yang diikuti 140 peserta yang terdiri atas unsur dewan komisaris, direksi, pejabat kantor pusat, GM Cabang & UPK serta penanggung jawab dan pendamping cabang & UPK. Rapat kerja kali ini ditutup oleh Boedidojo anggota Dewan Komisaris Pelabuhan IV sekaligus membacakan sambutan tertulis Komisaris Utama yang berhalangan hadir.

LIMA GENERASI

Pada gelar Hari Keluarga yang dilaksanakan di lapangan kompleks perumahan dinas PT Pelabuhan Indonesia IV di Jalan Alauddin Makassar nampak hadir para mantan “punggawa” PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero). Terlihat hadir mantan direktur utama pertama Frans Masengi, (1984-1988), Sumardi (1988-1998), Prayitno (1998-2002) dan Djarwo Surjanto (2002-2009) yang saat ini direktur utama PT Pelabuhan Indonesia III (Persero). Hadir juga beberapa mantan direksi diantaranya dr. Dunda, Chalid Thahir serta Eddy Hidayat yang “pulang kampung” ke PT Pelabuhan Indonesia III (Persero).

Rapat kerja juga menyepakati pra-perkiraan pendapatan tahun 2010. Pada awal pembahasan RKAP 2010 terkesan para GM Cabang maupun UPK masih agak khawatir memasuki era paradigma baru pengelolaan kepelabuhanan dengan efektiFnya UU nomor 17 tahun 2008. Namun, begitu menghahati tema rapat kerja 2009 “Kebersamaan Harmoni Memasuki Era Persaingan Menuju Pencapaian Laba Setengah Triliun” .

Setelah memperoleh protein berupa arahan direktur utama serta mendapat motivasi dari motivator Parlindungan Marpaung, peserta rapat kerja sepakat mengusulkan angka RKAP 2010 menjadi Rp. 786,3 milyar atau “melonjak” sebesar Rp. 20 milyar. Sedang total usulan biaya dalam RKAP yang diajukan Cabang dan UPK semula Rp. 548,2 milyar lewat pembahasan menjadi Rp. 534,4 milyar atau turun sebesar Rp. 13,8 milyar. Dengan demikian praperkiraan laba tahun 2010 sebelum pajak hasil pembahasan menjadi Rp. 251,8 milyar. Ada dua cabang yang dijagokan memperoleh laba tahun 2010 melampaui angka psikologis. Yakni Cabang Balikpapan dan Cabang Terminal Petikemas Makassar. Cabang Balikpapan dipacu untuk mencapai laba 2010 sebesar Rp. 70,4 milyar di atas angka psikologis Rp. 50 milyar serta Terminal Petikemas Makassar menggapai angka laba Rp. 100,2 milyar di atas angka phisikologis Rp. 100 milyar. Tahun 2010 taksasi laba sebesar Rp.251,8 milyar sebagai ancang-andang torehan laba setengah triliun rupiah pada tahun 2014.

No Comment

Post A Comment