English
PT Pelabuhan Indonesia 4 (Persero) | Konektivitas Domestik Turunkan Harga Komoditas di KTI
14198
single,single-post,postid-14198,single-format-standard,ajax_leftright,page_not_loaded,smooth_scroll,,wpb-js-composer js-comp-ver-3.6.12,vc_responsive

Konektivitas Domestik Turunkan Harga Komoditas di KTI

data data2

 

INAPORT4 – Direktur Utama PT Pelindo IV (Persero), Doso Agung melakukan pemaparan tentang upaya direct call dan direct export yang selama ini telah dilakukan, dalam presentasi berjudul “Transformasi Logistik Wilayah Indonesia Timur.”

 

Presentasi tersebut dipaparkan Doso Agung dalam Kongres Infrastruktur Maritim “Dukungan Infrastruktur Menuju Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia”, yang merupakan rangkaian Hari Kebangkitan Teknologi Nasional yang dipusatkan di Makassar dan dihadiri Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, Rabu (9/8/2017).

 

Dalam kesempatan tersebut, Doso Agung memaparkan mengenai berbagai upaya terkait direct call yang sudah dilakukan pihaknya sejak 5 Desember 2015. Menyusul direct export dari beberapa pelabuhan besar di Kawasan Timur Indonesia (KTI), di antaranya Pelabuhan Pantoloan di Palu dan Pelabuhan Jayapura di Papua langsung ke luar negeri via Makassar.

 

“Upaya itu kami [Pelindo IV] lakukan untuk meningkatkan konektivitas domestik dan menekan disparitas harga yang sebelumnya begitu tinggi antara barat dan timur Indonesia,” ujar Dirut Pelindo IV.

 

Doso Agung mengatakan, Kawasan Timur Indonesia kaya akan komoditas unggulan, yang selama ini dikenal di luar negeri sebagai barang atau produk dari Surabaya atau Jakarta karena pengirimannya melalui Tanjung Perak atau Tanjung Priok. Tapi sejak Desember 2015, produk unggulan dari KTI sudah bisa dikirim langsung ke luar negeri via Makassar, yang tentunya menambah pendapatan daerah dari berbagai biaya yang ditimbulkan.

 

Awalnya kata Doso, melakukan pengiriman langsung ke luar negeri via Makassar dianggap sebagian orang sebagai hal yang mustahil. “Namun akhirnya, Pelindo IV bisa membuktikan bahwa semua itu bisa dilakukan.”

 

Tak henti-hentinya Doso Agung meyakinkan para kepala daerah di KTI, untuk turut serta dalam upaya yang telah dilakukan, dengan cara mengumpulkan komoditas unggulan masing-masing daerah untuk kemudian dikirim langsung ke luar negeri.

 

Di antaranya dari Makassar ada rumput laut, udang, ikan beku, plywood, biji mete, cokelat, dan lain-lain (kurang lebih ada 50 komoditas) dengan negara tujuan ekspor ke China, Jepang, Korea, Filipina dan Thailand.

 

Kemudian dari Palu ada kelapa, dengan negara tujuan ekspor ke Haiko, China dan Thailand. Dari Sorong dan Jayapura ada kayu merbau, dengan negara tujuan ekspor ke China, Jepang dan Korea.

 

Dari Samarinda ada Playwood dengan negara tujuan ekspor ke Korea dan Jepang. Dari Bitung ada ikan, dengan negara tujuan ekspor ke China, Jepang dan Korea. Sedangkan dari Maluku ada rempah-rempah, ikan, udang dan rumput laut, dengan negara tujuan ekspor ke China, Jepang dan Korea.

 

Sementara itu lanjut Doso Agung, dengan terbangunnya konektivitas melalui laut, otomatis disparitas harga antara timur dan barat pun perlahan menyusut, disusul dengan harga barang ditingkat konsumen yang juga menurun, sehingga menggairahkan kembali daya beli masyarakat.

 

Dari data yang ada, untuk harga semen di Wamena, Papua yang semula Rp500.000 per sak, kini bisa dinikmati konsumen dengan harga Rp300.000 per sak atau mengalami penurunan harga sebesar 40%. Begitu juga dengan harga beras di Sorong yang semula Rp13.000 per kg, kini tinggal Rp10.500 per kg atau turun harga sebesar 20%.

 

Doso Agung mengatakan, berbagai upaya yang telah dilakukan itu [konektivitas dengan direct call dan direct export] sudah dilaporkan kepada Menteri BUMN, Rini Soemarno, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi serta Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan dan pihaknya mendapat apresiasi dari ketiga menteri tersebut.

 

“Semua upaya itu merupakan bagian dari “BUMN Hadir untuk Negeri”, yaitu direct call dan direct export untuk pelayaran internasional serta konektivitas domestik untuk menekan disparitas harga,” tegas Doso.

 

No Comment

Post A Comment