English
PT Pelabuhan Indonesia 4 (Persero) | Kajati Sulsel Bedah Buku di Pelindo IV  
14054
post-template-default,single,single-post,postid-14054,single-format-standard,ajax_leftright,page_not_loaded,smooth_scroll,,wpb-js-composer js-comp-ver-3.6.12,vc_responsive

Kajati Sulsel Bedah Buku di Pelindo IV  

 

 

INAPORT4 – Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan menggelar “Bedah Buku” di hadapan direksi dan seluruh manajemen di PT Pelindo IV (Persero) di Makassar, Senin, 17 April 2017.

 

Bedah buku berjudul “Reformasi Kejaksaan dalam Sistem Hukum Nasional” yang ditulis oleh Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulsel, Dr. Jan Samuel Maringka SH, MH ini dianggap sebagai momentum tepat untuk menggaungkan kembali penguatan kejaksaan yang selama ini seolah ditinggalkan.

 

Menurut Kajati, grand desain pembaruan kejaksaan tidak hanya tanggung jawab Korps Adhyaksa. Melainkan juga harus melibatkan seluruh pemangku kepentingan dan segenap komponen masyarakat.

 

“Jangan sekali-kali berpikir kita dapat berjalan sendiri-sendiri. Semua pihak harus dilibatkan dalam upaya penguatan kejaksaan,” ujar Jan Samuel.

 

Dia juga mengatakan, komitmen seluruh bangsa lndonesia dalam upaya mewujudkan penguatan kejaksaan secara kelembagaan mutlak sangat diperlukan. Karena, tidak mungkin sebuah negara berjalan tanpa ditopang  oleh lembaga penuntutan yang profesional dan independen.

 

Jan Samuel bahkan mengingatkan, sikap apatis serta tidak acuh terhadap lembaga kejaksaan, justru pada akhirnya akan berdampak pada kemampuan bangsa Indonesia dalam membangun ketahanan nasional dalam menghadapi berbagai permasalahan kebangsaan yang ada.

 

Sebaliknya kata dia, sebagai salah satu pilar penegakan hukum, bangunan institusi kejaksaan harus didukung sebuah pondasi kuat yang memungkinkannya untuk dapat melaksanakan tugas dan fungsi secara optimal serta bebas dari berbagai intervensi yang dapat melemahkannya.

 

Pendiri grup The Procecutor’s Alliance ( TPA ) di media sosial ini menambahkan, penguatan kejaksaan menjadi penting guna menjamin penuntutan yang independen. Untuk mendukung upaya tersebut, juga dibutuhkan penguatan dalam sistem ketatanegaraan.

 

Hingga kini, kelembagaan kejaksaan sendiri tidak diatur di dalam konstitusi, sehingga masih berada di bawah bayang-bayang lembaga penegak hukum yang lain. Padahal, hampir seluruh negara sudah mengatur kejaksaan di dalam konstitusinya.

 

Dia menyebutkan, ada 120 negara yang mengatur kejaksaan dalam konstitusinya. Di Asean sendiri, ada sembilan negara mengatur tentang kejaksaan dalam konstitusi.

 

Menurutnya, saat ini juga masih ada tumpang tindih kewenangan penyidikan. Setidaknya ada 80 UU tentang kewenangan PPNS. Oleh sebab itu juga harus diwujudkan single prosecution system.

 

Di lingkup eksternal dan ketatanegaraan sendiri pun masih menemui berbagai kendala. Di antaranya belum adanya kesatuan pandangan di antara pimpinan nasional tentang perlunya jaminan konstitusional terhadap kemandirian dan kedudukan kejaksaan.

 

Jan Samuel menambahkan, posisi kejaksaan dalam UUD 1945 menjadi tidak jelas jika dibandingkan dengan Mahkamah Agung (MA), Polri dan Komisi Yudisial (KY).

 

Direktur Utama PT Pelindo IV (Persero), Doso Agung dalam sambutannya mengatakan wilayah yang dikelolanya cukup luas, yaitu sekitar 50% dari keseluruhan wilayah Indonesia. “Wilayah kami [Pelindo IV] yang paling luas jika dibandingkan wilayah Pelindo lainnya. Oleh sebab itu, bantuan pengawasan dan pendampingan sangat dibutuhkan, terutama kerja sama dengan Kejaksaan Tinggi untuk mengawasi proyek-proyek besar yang saat ini sedang dikerjakan,” ujarnya.

 

Dia menyebutkan, saat ini ada sembilan proyek Penyertaan Modal Negara (PMN) ditambah satu mega proyek Makassar New Port (MNP) yang selalu dipantau oleh Presiden Joko Widodo melalui Tim Pembangunannya di Sekretariat Negara.

 

Semua proyek tersebut menurutnya, sudah dikerjasamakan dengan Kajati Sulsel untuk pengawasan dan pendampingannya, terutama untuk proses lelang proyek-proyek tersebut. “Seluruh manajemen Pelindo IV berharap, Kajati Sulsel terus membina dan membimbing agar pihaknya tidak salah dalam melangkah. Bersyukur, selama ini kami sudah dibimbing terutama dalam pendampingan pelelangan proyek,” tukas Doso Agung.

 

No Comment

Post A Comment